Yang baru saja nanya adalah sobat rumahbeads dari Aceh, Mbak Icut.
“Mbak, aku cari batu kecubung yang warnanya merah muda ya.”
Terus ada lagi pelanggan yang datang ke rumah nanya soal batu agate.
Ada juga yang pelanggan lain minta ,
“Aku minta kalung mbak, modelnya kaya ini, tapi minta semua batunya aqua marine.”
Sebagai pecinta manik dan juga penggemar berat batu, pertanyaan-pertanyaan kaya gini jadi tantangan tersendiri. Meski suka banget, saya termasuk susah banget ngapalin nama-nama batu. Makanya, begitu banyak pelanggan www.rumahbeads.com yang juga demen batu nanya, pssst saya sok cool dan sok tahu bae.
Baru saya mempostingkan artikel soal demam, eh pelanggan rumah beads langsung nanya lewat bebeh
:
“Mbak, demam bagi saya menakutkan. Kok Anda tenang-tenang saja sih”
“Saya juga takut mbak, tapi saya juga harus tetap rasional melihat gejala-gejala lain yang juga timbul”.
Oh ya Mbak Gea, bisa lo meninggalkan jejak di www.rumahbeads.com, lo di bawah artikelnya langsung.Pegel juga lo ngetak-ngetuk bebeh punya ku yang sudah saatnya lembiru, lempar beli baru he he he. Ada yang bersedia membelikan he he he. (maklum lom gajian dari rumahbeads, duit masih harus diputer untuk menggedekan aset)
Balik lagi ke demam ya sobat rumahbeads.
Demam (Bukan Demam Manik (beads) tapi Fever)
Dear pren,
Lama banget rasanya saya tak mengisi laman ini. Padahal, banyak peristiwa dan kejadian-kejadian yang datang silih berganti. Mulai dari dunia manik-manik, kotak, pesanan yang alhamdullilah terus mengalir sampai menambah stok, moto-moto, terus dikejar sama deadline nyelesaian pesanan teman untuk acara ulang tahun kantor yang aku lupa tanggal dan terpaksa dua hari dua malam dak tidur menyelesaikan pesanan. Ha ha ha.
Alhamdullilah, semua berjalan lancar. Thks God atas kemurahan rezekiMU pada kami. Cuma, seminggu ini, saya dan misoa harus berjibaku menahan rasa agar tak panik. Jelang ulang tahun yang ke tujuh Laire Kinar Mentari, putri kami yang lahir tepat 14 Februari lalu, dia jatuh sakit.
Glass Bead Jombang
Jombang, Jawa Timur. Saya lebih mengenalnya sebagai kota kelahiran Gur Dur, mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid. Waktu saya kecil, bapak saya sempat membawa saya jalan-jalan ke kota ini. Saya inget persis kota ini adalah kota pesantren karena banyaknya pondok pesantren yang berdiri di sana. Ke sana pulalah, setiap liburan, kami (saya, mbak, dan adik) belajar agama kala liburan sekolah.Cuma yang begitu, di sana, kami tak ke mana-mana karena kami harus ngamar di sebuah pesantren. Bangun tidur sampai mau tidur, kegiatan kami memperkaya pengetahuan agama sekaligus memperdalamnya.
Meski kerap ke sana, terus terang saya dak tahu kalau Jombang bukan hanya kota pesantren tapi juga kota manik-manik. Bukan hanya nasional, tapi juga sudah terkenal ke internasional.
Jangan kaget kalau pecinta beads yang berkunjung ke www.rumahbeads.com melihat judul ..recyle di beberapa produk seperti kalung, gelang atau manik-manik. Benar, mulai hari ini, saya menjual manik dari bahan daur ulang kertas. Melihat tumpukan Koran yang teronggok di gudang menggelitik saya untuk memanfaatkannya.
Duh, lama banget nggak nge-blog di www.rumahbeads.com. Bukannya sok sibuk tapi asli bener-bener sibuk. Mikir bagi waktu sampai sakit perut. Alhamdullilah, sejak rumahbeads meluncur, pesanan terus mengalir. Sudah getu, pekerjaan di kantor juga lagi menumpuk. As bendahara RT juga harus nagih uang iuran satpam dan sambah. Belum lagi jadi ibu gaul di sekolah yang juga kebetulan mewakili orang tua murid di school kelasnya anaku as class parents… dah deh doh.
Jika tulisan sebelumnya lebih banyak berfungsi untuk membuat bros, aneka tang ini merupakan senjata dasar bagi pembuat manik-manik. Artinya, item aneka tang ini hukumnya wajib dimiliki oleh semua pembuat perhiasan berbahan dasar monte alias manik-manik alias beads.
Di pasaran, teman-teman pasti suka melihat berbagai tang untuk meronce manik-manik. Ada abang-abang yang jualan satu set yang terdiri dari 3 tang. Ada juga yang jualan langsung lima tang. Ada juga yang satuan jualannya. Bingung memilihnya kan? Nggak usah panik teman untuk memilih yang terbaik dari berbagai pilihan aneka tang itu, pren.
Wadoh, harus ya saya mengisi ini? Ketika mengetik tulisan tentang untuk isi About Us, terus terang saya gemetaran menulisnya. Takut disangka narsis (he he he). Bukannya apa-apa, biarpun punya banyak kemauan, rasanya kurang pede jika harus bercerita tentang diri sendiri.
Tapi baiklah, saya akan bercerita soal Me. Barangkali benar juga yang dibilang peribahasa zaman bahela: Tak Kenal Maka Tak Sayang. Dan inilah saya: Perkenalkan, saya adalah pemilik www.rumahbeads.com. (duh, kaya mau dilamar saja, he he). Terlahir di Bojonegoro, sebuah Kabupaten Kecil di Jawa Timur sana, orang tua saya memberi nama si anak tengahnya dengan nama: Titis Nurdiana. Saat ini, saya adalah seorang ini dengan satu princess, Laire Kinar Mentari. Pren, Si Little Princess ini sekarang sudah kelas satu lo…
Pren, jika tertarik membuat perhiasan manik-manik, kalian minimal harus punya beberapa bahan dasar. Kebutuhan bahan-bahan ini sangat tergantung dengan apa yang ingin kalian buat. Kalo pengin bikin bros dari manik-manik, kebutuhan bahannya pasti beda dengan yang ingin bikin kalung, gelang, peniti jilbab ato juga rosario.
Tepat memilih bahan dasar akan menjauhkan Anda dari sifat boros alias konsumstif. (he he he)www.rumahbeads.com menyediakan berbagai kebutuhan dasar teman-teman yang ingin membuat perhiasan dari bahan manik-manik. Kami menjual secara eceran agar bisa menyesuaikan dengan isi kantong teman-teman yang ingin belajar membuat perhiasan sendiri dari manik-manik. Cuma, kalo ada teman yang mau beli secara grosir, tangan saya terbuka kok, sila hubungi Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ato Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ya. (lo, kok malah promosi, to, kapan ceritanya yak?)
Wow, keren amat judul yang saya pilih ya, pren. Terus-terang, saya agak malu juga (jiah…) dengan pilihan judul ini. (hi hi hi) Any way, cerita ini bermula dari tantangan penulis rutin rubrik Kiat Kocek KONTAN yang semangat tulisannya membikin semangat saya bergairah, bergelora atau apalah sebutannya, Ligwina Hananto untuk membikin usaha sendiri.
Makin menguatkan saya ketika saya membaca bukunya yang sebagian juga ada di KONTAN, 100 Langkah Untuk Tidak Menjadi Miskin. Dari buku 100 Langkah Untuk Tidak Menjadi Miskin itu, salah satunya membuat usaha sendiri, pren agar kita menjadi tidak miskin (ha ha ha, ini sih lebay banget)
Emang saya tahu banyak soal bead atau manik-manik. Terus terang sampai sekarang, saya binun kalau ada temen-temen yang nanya: Mbak, ini manik-maniknya pakai manik-manik (beads), batu, akrilik, mutiara, swarosky atau apa ya? Deg, langsung deh kalau dapat pertanyaan begini, saya bisa melongo-longo mengingat satu per satu varian beads yang saya pakai untuk membikin kalung, gelang, anting, bros, rosario, atau peniti jilbab.